Purnama, Rindu Ku Tiba Saat Kau Pergi
berbalut kelamnya malam selepas purnama pergi seketika itu pula rindu hadir menemani sepi bukan sepi sendiri, tapi sepi terbuang dari keramaian keramaian di depan mata, tapi begitu tak terasa sedari senja mentari mulai lenyap di ufuk barat burung-burung kembali ke sarang untuk istirahat purnama yang kemarin bersinar kali ini tidak nampak iya pergi, pergi sesuai orbitnya, untuk kembali menjalani jejak purnama tidak pergi, iya hanya berjalan kembali pada alur ceritanya iya telah ditakdirkan hadir untuk memberikan terang dan keindahan, walau kemudian meninggalkan gelap, sunyi dan sepi purnama tidak salah, iya hanya menjalani peran purnama tidak mampu hadir selalu ada takdir yang menuliskan matahari harus nampak tidak selalu cahaya dalam gelap, tapi ada saat terang sesungguhnya terang yang benar-benar menerangi purnama itu kiri sedang difase lain orbitnya iya menjalani takdir penciptaannya memberikan cahaya bagi yang lain berjalan dan bertemu ...