Jenuh, lelah, menyerah kah?
setiap manusia punya mimpi untuk memiliki kehidupan yang baik, pekerjaan yang layak, keluarga yang bahagia, dan segalanya berjalan baik.
semua orang punya mimpi untuk menjadi yang "terbaik", menghadapi pahitnya hidup, kesulitan, dan segala hal lainnya yang membuat serasa "oke, semuanya berakhir sudah".
aku tahu betul rasanya gagal disaat rekan seperjuanganku sudah berhasil diusia mereka yang muda. memiliki kehidupan yang mulai mapan, dan kemudian mendapatkan segalanya.
aku tidak sama sekali iri dengan apa yang mereka dapatkan, aku sama sekali tidak iri dengan pencapaian mereka. faktanya sampai saat ini aku masih terombang ambing diatas gelombang perjuangan takdir ku. apakah aku akan segera terdampar di pulau yang bisa memberikan kehidupan baik ataukah aku akan mati bersama gelombang.
bukan tentang sebuah tulisan keputusasaan, tapi tentang bagaimana aku terus bertanya kenapa aku begitu lemah, aku tidak seperti mereka yang berusaha kemudian menemukan jalannya.
aku tau Tuhan maha menggariskan sesuatu yang terbaik. jalan masing-masing manusia itu sudah diatur oleh-Nya, bukan sebuah hal yang sopan ketika aku mempertanyakan kenapa aku tidak seperti mereka.
tugas ku sebagai manusia yang tidak lain adalah hamba-Nya adalah berusaha, berdo'a, berserah diri.
bukan untuk intervensi atas ke-Maha Kuasaan-Nya, bukan untuk komplain bahwa ini semua tidak adil.
mungkin pahitnya kegagalan 2 kesempatan terbaik yang ku harapkan membuatku terpukul, tapi aku selalu berdo'a untuk diberikan kekuatan, untuk tidak menyerah, untuk tetap berbaik sangka.
Tuhan, maafkan aku terkadang menggerutu atas suratan takdir-Mu, maafkan sombongnya hamba yang merasa besar padahal tidak lebih dari sesosok makhluk yang belum bisa melakukan yang terbaik.
mungkin aku terlalu angkuh hingga aku terlalu merasa besar, mungkin aku terlalu sombong hingga akhirnya aku dibutakan hatinya,
jenuh, lelah, tapi sesungguhnya aku siap dalam menjalani garisan takdir terbaik yang Kau tuliskan
aku yakin dengan sesungguhnya bahwa Kau tidak pernah memberikan cobaan melebihi kekuatan hamba-Mu, dan Kau juga tidak akan merubah nasib suatu kaum jika kaum tersebut tidak berusaha.
sesungguhnya jika memang masih banyak kegagalan lagi yang harus hamba jalani, atas izinmu hamba siap. berikan hamba kekuatan, kuatkan hamba disetiap cobaan dan kegagalan. agar hamba tidak menyerah.
sesungguhnya Engkau lah Maha Segalanya di Alam Semesta yang tak terkira luar biasanya.
"Badai Pasti Berlalu"
Komentar
Posting Komentar