Hujan Itu Hadir Kali Ini
Menuju larut malam,
kali ini aku duduk terdiam
menunggu keputusan yang tak kunjung tiba
hal yang menjadi salah satu penentu kisah ku
sekian lama, tidak begitu berbeda
tidak juga ku sesali, ada proses perbaikan diri
meski tidak sedikit yang mencaci
kenapa aku masih begini
kali ini sepi,
tanpa segelas kopi, tanpa teman untuk berdiskusi
sesekali melintas ke sosial media
sekedar berinteraksi
seperti biasa,
akhir-akhir ini kota ku diguyur hujan dengan derasnya
hujan yang kadang sebagian orang dinantikan
tapi tak sedikit yang menjadi kesulitan
Hujan kali ini
tidak begitu aku nikmati
malam larut saat harus terlelap dia hadir
yang timbul hanyalah sedikit rasa takut dan cemas
Aku pernah menyukai hujan begitu hebat
selalu menunggu hujan turun
lalu bermain, menari dibawahnya
hingga aku lelah dan harus menyudahinya
Hujan memberikan suasana baru,
sejuk, segar, dan dingin tentunya
seperti mereka yang hadir dengan ramai
kemudian memberikan kesejukan serta rasa segar namun dingin awalnya
dan aku pernah membenci hujan
benci yang seketika hadir
saat aku harus beranjak, namun akhirnya terperanjat
dia di tempat
kali ini hujan hadir saat sendiri,
duduk di kamar yang tidak seberapa luas
cukup nyaman untuk beristirahat
ya, malam ini menjelang larut
terdengar derau rintik hujan serta angin
belum deras memang, tapi menghanyutkan
seperti membawa kembali ke masa masa tertentu
ah, sepertinya aku mulai mengingat beberapa masa
Dan aku seperti ini
seperti telah tertempa
melalui beberapa fase jatuh bangun
meski aku tidak sehebat mereka, tapi aku bangga
saat ini aku memang biasa
tidak sehebat kebanyakan mereka,
tapi aku yakin saatnya akan tiba
Tuhan tidak pernah lupa.
Samarinda, 5 April 2017
menjelang larut malam, dengan sedikit rasa bimbang.
Komentar
Posting Komentar