Postingan

Hii, Saya kembali!

Hii dunia maya, Saya memutuskan kembali menulis lagi di blog ini. 2022, tahun yang begitu luar biasa. Ga terasa udah memasuki bulan September, udah menunggu kelahiran anak kedua. Yaa semoga semua sehat, dan diberikan kelancaran persalinan atas istri saya. aamiin. Mari kita mulai menulis tentang apa yang saya rasakan malam ini. ummm. Mulai dari mana yaa.. Biasanya tulisan dimulai dari keresahan diri. kebanyakan inspirasinya datang dari keresahan yang dialami. Kali ini bukan soal percintaan, udah ketuaan. haha Usia 30 mungkin buat sebagian orang adalah fase pencapaian terbaik mereka. Kebanyakan mereka sudah mendapatkan karir terbaik dari masing-masing mereka, tapi mungkin saya belum seperti kebanyakan mereka. Nikmati saja. Toh saya tidak sedang berjuang melawan mereka. Tulisan ini tidak untuk membandingkan pencapaian seseorang, tapi lebih mencurahkan apa yang saya rasakan hingga saat ini. Sudah banyak fase naik turun yang saya alami, tapi mungkin tidak sedramatis orang lain. Namanya juga...

Pagi dan Senja

Biar pagi mengurai mimpi semalam Tentang kita, tentang indahnya jumpa. Dan biar senja mengubur lelah surya menyinari dunia Tentang harap, tentang cita untuk bersama...

Senja, selalu menenangkan

Gambar
Hari ini, 13 Desember 2018 Penat lelah tanggung jawab pekerjaan hari ini membuatku berfikir untuk bisa rehat sejenak menikmati kopi sambil bersantai. Sore selepas kerja seketika terpikir untuk mencari warung kopi, lalu singkat cerita takdir berkata aku sampai disini, disalah satu ketingian di Kota Samarinda. Secangkir kopi beserta renyahnya kentang goreng menemani obrolan ringan dengan rekan kerja yang tak lama undur diri untuk pulang dan istirahat diakhir senja. Hari semakin gelap, suasana kota yang berkilau cahaya semakin menenangkan hati yang penuh rasa penat, melemaskan pikiran yang penuh rasa tegang. Menikmati senja seorang diri, ya, aku sudah biasa seperti ini. Lebih khusyuk menikmati suasana seperti ini sendiri. Tuhan selalu menciptakan keindahan untuk keseimbangan hidup. Malam ini aku menikmati indahnya suasana kota yang menentramkan hati. Terima kasih takdir. Senja di sudut Kota Samarinda

Pilihannya bukan aku....

jika pada akhirnya orang yang kamu harapkan untuk menjadi pendamping hidupmu memilih orang lain disaat kamu masih berjuang, maka percayalah, bahwa orang itu adalah yang terbaik bagi dirinya. tuhan telah memberikan orang yang lebih baik untuknya daripada anda, mungkin dalam segala hal. yakinlah, bahwa orang itu adalah orang yang lebih baik dari anda dalam hal fisik, kemapanan, cara bersikap, sifat, cara mendidik, merawat, menjaga bahkan membahagiakan orang yang anda harapkan menjadi pendamping hidup anda. bersyukurlah, bahwa tuhan memberikan orang yang lebih baik dari anda kepadanya, sehingga ia bisa lebih bahagia bersama orang pilihannya tersebut. doakanlah, bahwa bersama orang pilihannya tersebut orang yang anda harapkan menjadi pendamping hidup anda akan jauh lebih bahagia bersama orang pilihannya. tidak ada kehilangan yang paling bijaksana kecuali merelakan serta mendoakan yang terbaik. tidak ada yang menginginkan kehilangan, tapi setiap pertemuan pasti ad...

Jenuh, lelah, menyerah kah?

setiap manusia punya mimpi untuk memiliki kehidupan yang baik, pekerjaan yang layak, keluarga yang bahagia, dan segalanya berjalan baik. semua orang punya mimpi untuk menjadi yang "terbaik", menghadapi pahitnya hidup, kesulitan, dan segala hal lainnya yang membuat serasa "oke, semuanya berakhir sudah" . aku tahu betul rasanya gagal disaat rekan seperjuanganku sudah berhasil diusia mereka yang muda. memiliki kehidupan yang mulai mapan, dan kemudian mendapatkan segalanya. aku tidak sama sekali iri dengan apa yang mereka dapatkan, aku sama sekali tidak iri dengan pencapaian mereka. faktanya sampai saat ini aku masih terombang ambing diatas gelombang perjuangan takdir ku. apakah aku akan segera terdampar di pulau yang bisa memberikan kehidupan baik ataukah aku akan mati bersama gelombang. bukan tentang sebuah tulisan keputusasaan, tapi tentang bagaimana aku terus bertanya kenapa aku begitu lemah, aku tidak seperti mereka yang berusaha kemudian menemukan...

Hujan Itu Hadir Kali Ini

Menuju larut malam, kali ini aku duduk terdiam menunggu keputusan yang tak kunjung tiba hal yang menjadi salah satu penentu kisah ku sekian lama, tidak begitu berbeda tidak juga ku sesali, ada proses perbaikan diri meski tidak sedikit yang mencaci kenapa aku masih begini kali ini sepi,  tanpa segelas kopi, tanpa teman untuk berdiskusi sesekali melintas ke sosial media sekedar berinteraksi seperti biasa, akhir-akhir ini kota ku diguyur hujan dengan derasnya hujan  yang kadang sebagian orang dinantikan tapi tak sedikit yang menjadi kesulitan Hujan kali ini tidak begitu aku nikmati malam larut saat harus terlelap dia hadir yang timbul hanyalah sedikit rasa takut dan cemas Aku pernah menyukai hujan begitu hebat selalu menunggu hujan turun lalu bermain, menari dibawahnya hingga aku lelah dan harus menyudahinya Hujan memberikan suasana baru, sejuk, segar, dan dingin tentunya seperti mereka yang hadir dengan ramai kem...

Purnama, Rindu Ku Tiba Saat Kau Pergi

berbalut kelamnya malam selepas purnama pergi seketika itu pula rindu hadir menemani sepi bukan sepi sendiri, tapi sepi terbuang dari keramaian keramaian di depan mata, tapi begitu tak terasa sedari senja mentari mulai lenyap di ufuk barat burung-burung kembali ke sarang untuk istirahat purnama yang kemarin bersinar kali ini tidak nampak iya pergi, pergi sesuai orbitnya, untuk kembali menjalani jejak purnama tidak pergi, iya hanya berjalan kembali pada alur ceritanya iya telah ditakdirkan hadir untuk memberikan terang dan keindahan, walau kemudian meninggalkan gelap, sunyi dan sepi purnama tidak salah, iya hanya menjalani peran purnama tidak mampu hadir selalu ada takdir yang menuliskan matahari harus nampak tidak selalu cahaya dalam gelap, tapi ada saat terang sesungguhnya terang yang benar-benar menerangi purnama itu kiri sedang difase lain orbitnya iya menjalani takdir penciptaannya memberikan cahaya bagi yang lain berjalan dan bertemu ...